Tunjangan Profesi Guru


Salah satu bentuk peningkatan kesejahteraan guru adalah berupa tunjangan profesi yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan lainnya. Pada tahun 2007 tunjangan profesi telah disalurkan dari pusat langsung ke rekening masing-masing guru penerima. Sedangkan pada tahun 2008 dan 2009, tunjangan profesi disalurkan melalui dana dekonsentrasi di masing-masing dinas pendidikan provinsi. Mulai tahun 2010 tunjangan profesi bagi sebagian guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD) dibayarkan melalui mekanisme transfer ke daerah di kantor dinas pendidikan kabupaten/kota masing-masing. Sedangkan tunjangan profesi guru bukan PNS dan sebagian guru PNS masih tetap disalurkan melalui dana dekonsentrasi di dinas pendidikan provinsi masing-masing.

Untuk kelancaran pemberian tunjangan profesi bagi guru yang telah memenuhi persyaratan perlu disusun pedoman/petunjuk teknis penyaluran tunjangan profesi.
  1. Petunjuk Teknis Pembayaran Tunjangan Profesi Bagi Guru PNS Daerah Melalui Mekanisme Transfer Daerah. selengkapnya dapat diunduh/download disini
  2. Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Tunjangan Profesi Melalui Dana Dekonsentrasi. selengkapya dapat diunduh/download disini
SKTP yang telah terbit dapat dilihat secara online, silahkan klik disini
atau silahkan ke alamat http://sk.sertifikasiguru.org
Advertisements

Penggunaan LMS MOODLE Pada E-Learning (e-Pendidikan)


MOODLE adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment. MOODLE dikembangkan pertama kali oleh Martin Dougiamas. Moodle tersedia secara gratis di web pada alamat (http://www.moodle.org).

Moodle merupakan salah satu software LMS Open Source terbaik dengan kelengkapan fitur yang mendukung dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan.  Kekuatan dan kelebihan Moodle tersebut tidaklah terlepas dari filosofi yang digunakan oleh pengembang Moodle. Moodle dirancang untuk mendukung gaya belajar yang disebut dengan  social constuctionist pedagogy, yang menggunakan gaya belajar interaktif. Social constuctionist pedagogy meyakini bahwa orang akan belajar dengan baik, jika mereka berinteraksi dengan learning material, membangun material baru untuk materi lainnya, dan berinteraksi dengan peserta lainnya tentang material tersebut (Romi,2007).

Secara  filosofi  ada  4  (empat)  konsep  dari  LMS Moodle  tersebut terhadap  pengembangan  pendidikan  (http://docs.moodle.org/en/Philosophy) yaitu,  constructivisme, constructionism, Social Constructivism, dan Connected and Separate.

  1. Konsep constructivisme memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun pengetahuan barunya. Mereka dituntut untuk aktif menambah pengetahuan mereka sendiri.
  2. Konsep  construksionisme bahwa  pembelajaran  akan  efektif,  jika  kita dapat  menghasilkan  sesuatu  atau  kita  dapat  menyerap  ide  dari  apa  yang  kita  pelajari.  Bukan  hanya  itu  tetapi  bagaimana  kita  membagi pengetahuan tersebut kepada orang lain.
  3. Konsep  social  constructivisme bahwa  kita  dituntut  untuk  belajar sehingga  dapat  mengembangkan  budaya  yang  ada  dalam  suatu kelompok  terutama  budaya  belajar  sehingga  terjadi  kolaborasi  dalam pembelajaran
  4. Konsep  connected  and  separated bahwa  kita  harus  berusaha mempertahankan  pendapat  kita  sendiri  tetapi  tidak  menutup kemungkinan untuk menerima ide dari orang lain.
  1. H. Fitur Yang Terdapat Dalam LMS MOODLE

Beberapa fitur yang terdapat dalam LMS Moodle seperti yang dikutip dalam (http://docs.moodle.org/en/Features) adalah:

  1. Modul Forum.

LMS Moodle menyediakan forum sebagai diskusi online. Berbagai macam  jenis forum seperti forum khusus diperuntukan untuk guru, forum terbuka  dan  forum  khusus  pembelajaran  sebagai  kelompok  belajar koperatif.

  1. Modul Kuis (Quiz).

LMS  Moodle  menyediakan  kuis  sebagai  salah  satu  bentuk penilaian  tes. Manajemen  kuis memberikan  kemudahan  kepada  seorang guru  untuk  memberikan  feed  back, memberikan  penilaian  kembali, remidial  teaching,  memberikan  batas  waktu,  mengacak  nomor  soal, bahkan mengacak jawaban soal pilihan ganda pada setiap soal. Ada beberapa jenis kuis yang disediakan oleh LMS Moodle yaitu :

a)      Soal pilihan ganda

b)      Soal isian berupa kata atau kata majemuk

c)      Soal pertanyaan benar salah

d)     Soal menjodohkan

e)      Soal pertanyaan acak (random question)

f)       Soal pertanyaan berupa nomor yang digunakan untuk matematika.

g)      Soal uraian berupa teks, gambar dan video

  1. Modul Glosari (Glossary)

Modul ini memberikan kebebasan kepada siswa untuk membangun konsepnya  sendiri  tentang  apa  yang mereka  ketahui. Glosari  yang  telah dibuat  oleh  siswa,  guru  dapat  mengeditnya  kembali  sehingga  tidak  ada salah  konsep  tentang  sesuatu  hal.  Seorang  guru  juga  dapat menekankan tentang konsep-konsep yang berlaku dalam suatu pelajaran.

  1. Modul Sumber Belajar (Resources)

LMS  Moodle  juga  menyediakan  sumber  belajar  dari  berbagai sumber  dan  dapat  diperlihatkan  secara  bebas  oleh  seorang  guru. Sumber belajar  yang  dimaksud  dapat  berupa  teks  dari  perangkat  lunak  pengolah kata,  pengolah  angka,  powerpoint,  flash,  video,  sound  yang  dapat diciptakan  sendiri  atau mengambil  atau menghubungkan  dengan website yang lain.

  1. Modul Pilihan (Option)

Modul ini merupakan sejenis jajak pendapat, survei tentang sesuatu hal.  Seorang  guru  dapat menganalisa  pilihan  dari  para  responden  untuk dijadikan pedoman dalam menentukan tindak lanjut pembelajaran.

  1. Modul Survei (Survey)

Modul  ini  digunakan  untuk  survei  dari  suatu masalah  yang  bisa digunakan  untuk menganalisis  kelas. Modul  ini  juga  dilengkapi  dengan grafik yang dapat dialihkan ke perangkat  lunak pengolahan angka (.XLS) atau file CSV dan dapat diumpan balik untuk membandingkan kelas yang satu dengan kelas yang lain.

  1. Modul Penugasan (Assignments)

Modul penugasan merupakan modul yang penting dalam penilaian. Siswa bisa upload  tugas-tugas mereka.  Keterlambatan  pengumpulan  tugas  dapat diizinkan,  tetapi  keterlambatan  waktu  dapat  terlihat  secara  jelas  oleh seorang  guru. Guru  dapat memberikan  nilai  dan  komentar  tentang  tugas yang  dilakukan  siswa.  Siswa  pun  dapat memperbaiki  tugasnya  sehingga guru dapat menilai kembali hasil tugas siswa tersebut.

  1. Modul Chats

Modul  ini  merupakan  interaksi  secara  langsung.  Fitur  yang  ada pada modul  ini  terdapat gambar foto pengguna, mendukung URL, avatar, HTML  dan  gambar.  Semua  session  terekam  sehingga  dapat  dilihat  lagi pada waktu yang akan datang.

  1. Modul Workshops

Modul  ini  memberikan  kemudahan  bagi  guru  untuk  menilai naskah-naskah.  Guru  dapat  memberikan  contoh  sebuah  naskah  kepada pelajar sebagai praktik.

10.  Modul Lesson

Modul  ini  merupakan  modul  pembelajaran  secara  online.  Guru dapat memberikan materi melalui presentasi, kuis dan penilaian. Modul ini sangat dimungkian seorang guru untuk membuat  isi atau materi pelajaran dengan  berbagai  format.

11.  Modul Wiki

Modul  wiki adalah  sebuah  halaman  web  untuk  semua  anggota yang  dapat menambah  dan meng-edit. Dokumen yang telah ada tidak dapat dihapus dan dapat dimunculkan kembali apabila diinginkan. Hal ini sesuai dengan teori parsimony yang digunakan oleh  ilmu  sosial bahwa  teori yang  lama  tidak digugurkan oleh teori yang baru.

  1. I. Jenis peran pengguna (user role) pada MOODLE
  1. Administrator yaitu user yang dapat  melakukan   semua   apa   saja dalam aplikasi ini, betugas membuat kuliah dan mengatur kategori kuliah, memasukkan data dosen dan mahasiswa, mengatur tampilan web, menampilkan fitur-fitur pada aplikasi MOODLE agar dapat bermanfaat pada perkuliahan online dan lain-lain.
  2. Course Creator yaitu user yang bertugas membuat kursus dan dapat mengajar langsung pada kursus tersebut serta memodifikasi kursus tersebut.
  3. Teacher dapat  melakukan apapun dalam mata kuliah   tertentu,   termasuk   membuat   dan memodifikasi   aktifitas (quiz dan tugas)   dan memberikan penilaian pada mahasiswa.
  4. Non-editing teacher dapat  mengajar  mata kuliah dan memberi   penilaian,   tetapi   tidak   dapat memodifikasi aktifitas.
  5. Student adalah user yang mengikuti perkuliahan, mengikuti kuis, membuat forum tapi perannya hanya sebatas pengguna dan tidak bisa mengedit/memodifikasi.
  6. Guest mempunyai privileges minimal dan biasanya tidak dapat memasukkan teks ke manapun/ hanya bisa melihat saja.

Tunjangan Guru Cair Jelang Idul Fitri


Tunjangan guru yang belum cair tahun ini akan dibayarkan segera sebelum Idul Fitri. Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof Dr Muhammad Nuh DEA kepada wartawan mengatakan, dana itu sudah ada dan sudah bisa dibayarkan. Hanya saja ada persoalan internal di Kemenkeu dalam proses pencairannya.

‘’Seharusnya, dari Januari 2010 kemarin sudah bisa dibayarkan, namun sampai bulan Agustus ini belum juga. Setelah ditelusuri, penyebabnya bersamaan dengan penyusunan APBN-P oleh pemerintah,’’ kata Muhammad Nuh, Selasa (25/8) di Pekanbaru.
Terdapat 13 ribu guru yang ada di Riau saat ini, yang tunjangannya belum dibayarkan. Jumlah yang akan dibayarkan bervariasi tergantung pangkat dan golongan masing-masing. M Nuh menyebutkan, persoalan pembayaran tunjangan profesi guru itu tidaklah persoalan mendasar. Kemediknas tidak lari dari tanggung jawab itu. Bahkan dijadwalkan sebelum Idul Fitri nanti, pembayaran tunjangan itu sudah bisa diterima guru.
‘’Saya minta pada pemerintah daerah untuk membantu dalam penyaluran dana ini. Memang dalam pembayarannya, dilakukan dari pusat diserahkan ke daerah. Dan daerahlah yang menyalurkan pada guru,’’ kata dia.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Riau Prof Dr Irwan Efendi MSc menambahkan, persyaratan pencairan dana sertifikasi guru yang tertuang dalam Permen Keuangan Nomor 101 tahun 2010, tergolong sangat berat, di mana Kepala Dinas Pendidikan Provinsi melakukan pengecekan guru yang sertifikasi meliputi berbagai persyaratannya. ‘’Di meja saya banyak sekali berkas guru yang harus dicek dan ditandatangani, dan belum selesai,’’ kata Irwan.
Hal itu baru satu persyaratan, belum lagi persyaratan lainnya, sehingga sangat menyita waktu dan tenaga. Oleh karena itu, kata Irwan, jangan pernah beranggapan, jika Disdik menahan dana guru. Dikatakan Irwan, perubahan tersebut diatur dalam mekanisme pembayaran tunjangan yang baru dari Kementerian Keuangan. Jika sebelumnya guru hanya tinggal menunggu tunjangan tersebut ditransfer ke tabungan masing-masing, kali ini guru harus melengkapi beberapa syarat.
‘’Syarat yang harus dipenuhi oleh Disdik dan guru untuk pengajuan pencairan tunjangan kepada Kementerian Keuangan di antaranya harus melengkapi legalisir SK sertifikasi,’’ kata mantan Rektor Umri dan Unilak ini. Tidak hanya itu, guru juga harus mempersiapkan surat keterangan mengajar 24 jam dalam sepekan yang dilegalisir Disdik Riau. Karena saat ini beberapa di antara berkas tersebut masih belum terpenuhi, pengajuan anggaran tunjangan yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah tersebut harus terhambat.
Berhubung keterlambantan informasi ini, berkas pengajuan pencairan tunjangan sertifikasi ini menumpuk di Disdik. Meski begitu, dia juga mengakui bahwa hal tersebut tidak hanya terjadi di Riau, hampir seluruh provinsi di Indonesia juga belum mendapatkan apa yang seharunya didapatkan. Dan dengan itu, Disdik Riau berjanji akan segera mengusahakan agar pencairan tunjangan tersebut segera terwujud. Meski begitu, hal ini juga menjadi polemik dan Kemendiknas mengusulkan kepada Kemenkeu untuk mencabut serta mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.
Pengangkatan Guru Honorer Tetap Sesuai Aturan
Meskipun ada janji Kemendiknas untuk segera mengangkat guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh daerah di tanah air, namun hendaknya hal itu tidak mengabaikan persyaratan yang tertuang di dalam UU Guru dan Dosen. Salah satu persyaratan pengangkatan guru itu adalah berpendidikan strata 1 (S-1).
‘’Untuk pengangkatan guru melalui jalur tanpa tes itu adalah yang termasuk ke dalam database 2005, dan juga masa pengabdiannya lebih kurang 30 tahun. Namun meskipun tercatat, guru tersebut haruslah S-1,’’ kata Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh DEA, usai melantik Rektor Unri, Prof Dr Ashaluddin Jalil MS, di Kampus Unri, kemarin.
Nuh menyebutkan, guru yang ingin menjadi PNS hendaknya tidak khawatir. Pasalnya, setiap tahunnya tercatat 250 ribu guru yang pensiun, dan tiap tahun juga formasi untuk guru selalu tersedia. Maka dari itu ikuti saja jalur dan persyaratan yang ada. ‘’Pemerintah tidak memaksakan diri untuk melakukan pengangkatan, karena dalam pengangkatan itu ada aturannya. Dan jika hal itu dilanggar itu sama saja dengan melanggar undang-undang,’’ kata dia.
Walaupun besar harapan guru honorer untuk diangkat menjadi PNS oleh pemerintah, menurut Nuh itu adalah suatu kewajaran. Akan tetapi pemerintah tidak ingin mengabaikan begitu saja amanat dari undang-undang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. ‘’Bisa dibayangkan nanti dampaknya seperti apa jika guru yang diangkat itu tidak sesuai dengan kualifikasi dan persyaratannya. Tentunya secara tidak langsung bagi anak didik dan generasi bangsa yang terkena imbasnya,’’ kata dia lagi.

Menurutnya, sudah seyogyanya, guru sebagai ujung tombak pemerintah untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya dalam bidang belajar-mengajar, karena dari jasa guru ini, anak-anak bangsa menjadi maju. ‘’Maka dari itu, dalam pengangkatan guru ini, pemerintah tetap mengacu pada UU Guru dan Dosen, meskipun guru tersebut tercatat dalam database,’’ kata dia.
Dikatakannya, pemerintah sangat memerlukan tenaga guru untuk daerah di tanah air, akan tetapi dalam pengangkatan itu, tentu ada peraturan yang menjadi acuan. Artinya tidak dilakukan sembarangan pengangkatan, karena dampaknya yang dirasakan jauh lebih merugikan.
Di Riau sendiri sampai saat ini tercatat 24 ribu guru honorer yang tersebar di kabupaten/kota. Jumlah ini tergolong besar, dan tentunya janji dari Kemendiknas terhadap nasib guru honorer diangkat menjadi CPNS sangat diharapkan realisasinya. Kebanyakan guru honorer diangkat oleh kabupaten/kota, sedang yang diangkat Disdik Riau hanya lebih kurang 7 ribu. Dari total jumlah guru honorer tersebut sebagian besar belum sarjana atau S-1.(*3/muh)

%d bloggers like this: